PAREPARE, Mizannews.id – Estafet kepemimpinan Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Parepare resmi berganti. Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan bahwa organisasi yang menghimpun anak cucu veteran ini merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki tanggung jawab moral besar dalam menjaga marwah ideologi Pancasila serta mengawal keberlanjutan pembangunan daerah.
Momentum sakral pelantikan Ketua dan Pengurus Markas Cabang PPM Kota Parepare periode 2026–2030 tersebut berlangsung meriah di Gedung Auditorium BJ Habibie, Selasa (5/5/2026). Dalam prosesi tersebut, Amarun Agung Hamka resmi dilantik untuk menakhodai PPM Parepare selama empat tahun ke depan. Kehadiran Wali Kota Tasming Hamid yang didampingi Wakil Wali Kota Hermanto Pasennangi serta jajaran Forkopimda menunjukkan besarnya ekspektasi pemerintah terhadap organisasi ini.
Sinergi Tanpa Sekat demi Kemajuan Kota
Dalam sambutannya, Tasming Hamid menekankan bahwa keberhasilan sebuah kota tidak dapat dicapai melalui kerja-kerja parsial, melainkan hasil dari kolaborasi inklusif antara pemerintah dan seluruh elemen organisasi kemasyarakatan. Ia memandang PPM sebagai salah satu pilar penting yang harus berjalan beriringan dengan kebijakan daerah.
"Pemerintah sangat mengapresiasi keberadaan Pemuda Panca Marga yang baru saja dikukuhkan. Harapan kami adalah sinergitas yang nyata. Tidak boleh ada organisasi yang berjalan sendiri-sendiri, karena pemerintah pun tidak akan maksimal tanpa dukungan kolektif. Keberhasilan Parepare adalah kontribusi kita bersama," tegas Tasming di hadapan ratusan kader PPM.
Secara khusus, Tasming memberikan ucapan selamat kepada Amarun Agung Hamka. Ia optimistis di bawah kepemimpinan baru, PPM akan membawa energi segar dalam memperkuat struktur sosial dan ekonomi masyarakat Parepare.
Menjaga Warisan Ideologi Pejuang
Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua Pimpinan Daerah PPM Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani. Ia menyebut pelantikan di Parepare merupakan salah satu yang paling istimewa dan penuh semangat di Sulawesi Selatan. Namun, di balik seremonial yang meriah, ia mengingatkan beban sejarah yang dipikul oleh setiap anggota PPM.
"Sebagai anak cucu pejuang, tugas utama kita adalah mengawal cita-cita para veteran. Peran paling krusial PPM saat ini adalah menjaga dan membentengi ideologi Pancasila dari berbagai ancaman," ujar Abdul Hayat tegas.
Ia juga menginstruksikan kepada pengurus yang baru dilantik agar segera melakukan sinkronisasi program kerja. Menurutnya, PPM tidak boleh menciptakan program yang kontraproduktif dengan arah pembangunan Wali Kota. "Program PPM harus selaras dengan visi Pemerintah Kota Parepare. Itulah jalan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat," imbuhnya.
Tali Asih untuk Legiun Veteran
Menutup rangkaian acara, sebuah pemandangan emosional tersaji saat panitia menyerahkan bingkisan tali asih kepada para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Parepare. Penyerahan ini dilakukan secara kolektif oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua PD PPM Sulsel, dan Ketua PPM Parepare terpilih.
Aksi ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan simbol penghormatan setinggi-tingginya kepada para pejuang yang telah meletakkan fondasi kemerdekaan, sekaligus pengingat bagi pengurus PPM bahwa setiap langkah organisasi haruslah berpijak pada nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara. (*)


