PAREPARE, Mizannews.id – Mengawali semester baru pasca libur panjang Idul Fitri, SMPN 1 Parepare menunjukkan kesiapan optimal dalam melanjutkan kegiatan belajar mengajar (KBM). Tidak hanya menitikberatkan pada aspek disiplin dan penguatan kurikulum, sekolah juga tetap menjaga tradisi spiritual sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai kebersamaan.
Persiapan Matang dan Lingkungan Kondusif
Hari pertama masuk sekolah yang jatuh pada 30 Maret telah dipersiapkan secara sistematis. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bahtiar Kanu, S.Pd., mengungkapkan bahwa seluruh jajaran guru dan staf telah mulai beraktivitas sejak beberapa hari sebelumnya.
Fokus utama diarahkan pada pembenahan fasilitas serta kegiatan kebersihan lingkungan sekolah guna menciptakan suasana belajar yang nyaman, bersih, dan kondusif bagi peserta didik.
Halalbihalal: Penguatan Nilai Spiritual dan Kebersamaan
Momentum hari pertama sekolah juga diwarnai dengan pelaksanaan tradisi Halalbihalal. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara guru dan siswa melalui saling memaafkan setelah menjalani bulan Ramadan.
Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan tampak jelas saat para siswa berjabat tangan dengan guru, menciptakan iklim emosional yang positif sebagai fondasi awal dalam memulai kembali proses pembelajaran.
Penegakan Disiplin: Fondasi Utama Pembelajaran
Kedisiplinan tetap menjadi prioritas utama sekolah. Melalui sosialisasi yang dilakukan secara intensif, termasuk melalui grup komunikasi wali kelas, siswa diimbau untuk hadir tepat waktu, yakni sebelum pukul 07.00 WITA guna mengikuti upacara bendera.
Selain ketepatan waktu, aspek kerapian juga mendapat perhatian serius. Pemeriksaan terhadap atribut seragam dan potongan rambut siswa, khususnya laki-laki, dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun kembali budaya disiplin pasca libur panjang.
Konsistensi KBM dan Edukasi Keselamatan
Dari sisi akademik, pihak sekolah menegaskan bahwa tidak terdapat perubahan jadwal pembelajaran. Seluruh kegiatan kembali berjalan sesuai roster normal sebagaimana sebelum Ramadan.
Di sisi lain, sekolah juga menegaskan larangan bagi siswa untuk membawa sepeda motor ke lingkungan sekolah. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan siswa serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi terkait batas usia pengendara.
Harapan Kolaborasi dengan Orang Tua
Menutup keterangannya, Bahtiar menekankan pentingnya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan.
“Dukungan orang tua sangat kami harapkan, khususnya dalam menjaga kedisiplinan dan keselamatan anak-anak, agar proses belajar dapat berlangsung secara maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan kesiapan yang terencana dan komitmen pada nilai disiplin serta spiritualitas, SMPN 1 Parepare optimistis dapat mengawali semester baru dengan semangat yang lebih kuat dan produktif.

