Pasang Iklan
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Gaya Mewah di Tengah Pusaran Korupsi: Sepatu Zegna Eks Menag Seharga Motor Jadi Sorotan Publik


JAKARTA, Mizannews.id – Di balik dinding ruang pemeriksaan dan deretan pasal hukum yang menjerat mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, perhatian publik kini melebar ke arah yang tak terduga: lifestyle. Sepasang sepatu yang melekat di kaki sang eks pejabat saat menghadapi proses hukum di KPK mendadak viral dan menjadi simbol perdebatan panas di jagat maya.

Bukan sembarang alas kaki, "mata elang" warganet dan pengamat fasyen mengidentifikasi sepatu tersebut sebagai koleksi dari rumah mode mewah asal Italia, ZEGNA. Modelnya diduga kuat adalah seri Triple Stitch, sebuah sneaker premium yang menjadi ikon luxury fashion dunia.

Identitas Visual dan Harga yang Fantastis

Penelusuran tim Redaksi Mizannews.id pada berbagai platform ritel mewah internasional menunjukkan bahwa sepatu tersebut memiliki ciri khas yang sangat spesifik: desain slip-on dengan tiga strap elastis silang yang menyerupai jahitan tangan, berbahan kulit rusa (grained deerskin) yang sangat halus.

Dari sisi harga, nominalnya cukup untuk membuat dahi berkerut. Di pasar global, model serupa dibanderol antara US$1.150 hingga US$1.360. Jika dikonversi dengan kurs rupiah saat ini, angka tersebut berada di rentang Rp18 juta hingga Rp23 juta. Meski harga pastinya bergantung pada varian dan tempat pembelian, estimasi moderat menempatkan nilai sepatu tersebut di kisaran Rp16 juta hingga nyaris Rp20 juta. Angka yang setara dengan harga satu unit sepeda motor matik baru.

Lebih dari Sekadar Fasyen: Simbol Ketidakpekaan?

Namun, bagi publik, polemik ini bukan sekadar soal angka atau merek. Isu ini membesar karena adanya kontras yang tajam antara gaya hidup elit dengan realitas perkara yang sedang dihadapi.

Gus Yaqut saat ini berada dalam pusaran kasus dugaan korupsi kuota haji—sebuah urusan yang menyentuh hak-hak dasar ribuan jemaah yang telah menabung belasan tahun. Dalam situasi ini, setiap simbol kemewahan yang melekat pada seorang pejabat publik dibaca sebagai bentuk defisit empati.

"Masalahnya bukan pada boleh atau tidaknya seseorang membeli barang mahal. Masalahnya adalah kepantasan. Ketika seorang tokoh yang mengelola urusan umat tampil dengan simbol kemewahan puluhan juta di tengah pemeriksaan kasus korupsi, publik akan mempertanyakan sensitivitas sosialnya," ungkap salah satu pengamat etika publik saat dimintai tanggapan.

Cermin Kekuasaan di Era Digital

Era digital telah mengubah cara rakyat menilai pemimpinnya. Rakyat kini tidak hanya mendengar pidato, tetapi juga membedah apa yang tampak di kamera: jam tangan, tas, hingga sepatu.

Dalam suasana kepercayaan publik yang sedang retak akibat kasus korupsi kuota haji, sepasang sepatu Zegna ini berubah menjadi metafora tentang jarak yang lebar antara elit kekuasaan dengan rakyat kecil.

Pada akhirnya, sorotan terhadap sepatu mewah ini menjadi pengingat bagi setiap pejabat publik: bahwa kekuasaan menuntut kesederhanaan, dan setiap langkah kaki seorang pemimpin akan selalu menyisakan jejak yang dinilai oleh mata rakyat. (***)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Gaya Mewah di Tengah Pusaran Korupsi: Sepatu Zegna Eks Menag Seharga Motor Jadi Sorotan Publik
  • Gaya Mewah di Tengah Pusaran Korupsi: Sepatu Zegna Eks Menag Seharga Motor Jadi Sorotan Publik
  • Gaya Mewah di Tengah Pusaran Korupsi: Sepatu Zegna Eks Menag Seharga Motor Jadi Sorotan Publik
  • Gaya Mewah di Tengah Pusaran Korupsi: Sepatu Zegna Eks Menag Seharga Motor Jadi Sorotan Publik
  • Gaya Mewah di Tengah Pusaran Korupsi: Sepatu Zegna Eks Menag Seharga Motor Jadi Sorotan Publik
  • Gaya Mewah di Tengah Pusaran Korupsi: Sepatu Zegna Eks Menag Seharga Motor Jadi Sorotan Publik
Posting Komentar
Ad
Ad