PAREPARE, Mizannews.id — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 9 Parepare resmi berakhir dengan penuh kesan manis dan kehangatan. Mengusung konsep sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif serta sukses menuai apresiasi tinggi dari berbagai pihak.
Ketua Panitia MPLS SMPN 9 Parepare, Ernawati Faharuddin, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas tingginya antusiasme seluruh warga sekolah sepanjang acara berlangsung.
"Alhamdulillah, kegiatan MPLS tahun ini berjalan sangat lancar. Kami menyambut sekitar 17 rombongan belajar (rombel) siswa baru dengan penuh kegembiraan dan semangat kebersamaan," ujarnya saat ditemui tim jurnalis mizannews.id.
Sinergi Lintas Sektor dan Pembukaan yang Inspiratif
Rangkaian MPLS dibuka secara resmi pada Senin, 13 Juli 2026, melalui upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Kepala SMPN 9 Parepare. Acara pembukaan ditandai secara simbolis lewat penyematan ID Card kepada perwakilan peserta didik baru sebagai penanda dimulainya masa transisi dan adaptasi selama sepekan.
Guna memperkuat komitmen perlindungan anak, pihak sekolah turut membangun sinergi lintas sektor. Pada hari Rabu, sekolah menghadirkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Tim Penggerak PKK Kota Parepare untuk memberikan sosialisasi mendalam mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak dan mitigasi dampak bullying.
Menanamkan Nilai 'RAMA' dan Zero Perpeloncoan
Mengacu pada arahan Kemendikbudristek, fokus utama pelaksanaan MPLS 2026 disandarkan pada nilai "RAMA" (Ramah kepada teman, guru, dan lingkungan sekolah). Panitia bersama pengurus OSIS mendampingi penuh para siswa dalam mengenali lingkungan kampus, fasilitas sekolah, hingga memfasilitasi ajang unjuk bakat pada hari penutupan.
Ernawati menyebutkan bahwa tantangan terbesar panitia adalah membimbing masa transisi mental peserta didik dari bangku Sekolah Dasar (SD) menuju jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Mereka masih membawa kebiasaan anak SD, padahal sudah beranjak remaja. Karena itu, tugas kami adalah membimbing agar mereka saling menghargai, menghormati, serta menjauhi perilaku perpeloncoan maupun perundungan," tegasnya.
Sebagai langkah preventif yang tegas, pihak sekolah telah memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) tata tertib bersistem poin pelanggaran (maksimal 100 poin) yang disosialisasikan secara transparan kepada para orang tua siswa.
Harapan Menuju Sekolah Berprestasi
Melalui kesuksesan pelaksanaan MPLS ini, pihak sekolah optimis seluruh peserta didik baru kelas VII dapat menjalani proses belajar mengajar selama tiga tahun ke depan dengan rasa aman, bahagia, dan berprestasi tanpa rasa takut akan perundungan.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran panitia, pengurus OSIS, dan stakeholder SMPN 9 Parepare atas kerja sama yang solid. Semoga silaturahmi dan semangat membimbing anak-anak kita terus terjaga demi masa depan pendidikan yang lebih baik,” pungkas Ernawati menutup rangkaian kegiatan.


