PAREPARE, MizanNews.id — Dalam upaya mendorong peningkatan kapasitas keilmuan dan kualifikasi akademik para penegak Peraturan Daerah (Perda), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Parepare menggelar sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang ditujukan khusus bagi personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Parepare.
Kegiatan ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan personel Satpol PP. Program tersebut dinilai menjadi angin segar bagi para aparat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke jenjang sarjana di tengah padatnya jam dinas serta tugas pengawalan ketertiban masyarakat di lapangan.
Dukungan Pimpinan: Wawasan Baru untuk Peningkatan Kompetensi
Kepala Subbagian Administrasi Umum dan Kepegawaian Satpol PP Kota Parepare, Muhammad Rizky, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kampus atas inisiatif dan kepedulian akademis yang diberikan kepada para personel di lapangan.
Muhammad Rizky (Kasubag Adm. Umum & Kepegawaian Satpol PP): "Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada pihak STAI DDI Parepare atas pelaksanaan sosialisasi ini. Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi kami anggota Satpol PP untuk mengetahui peluang melanjutkan pendidikan tinggi yang dapat menunjang peningkatan kompetensi, kapasitas, serta profesionalisme dalam pelaksanaan tugas ke depan. Sosialisasi ini menjadi motivasi besar, dan kami berharap terjalin kerja sama berkelanjutan agar makin banyak personel yang mendaftar demi peningkatan kinerja pelayanan kepada masyarakat."
Fleksibilitas Akademik & Integrasi Nilai Keislaman
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STAI DDI Parepare, Dr. Putri Dewi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kampus berkomitmen menyajikan proses pembelajaran yang ramah bagi para pekerja profesional maupun aparat pemerintah. Keunggulan utama yang ditawarkan meliputi kemudahan proses kuliah, skema pembiayaan yang sangat terjangkau dengan sistem angsuran dua kali, serta kurikulum yang mengintegrasikan keilmuan umum dengan nilai-nilai Keislaman.
Dr. Putri Dewi, S.Pd., M.Pd. (Ketua PMB STAI DDI Parepare): "Keunggulan utama yang kami miliki di Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da'wah Wal Irsyad (STAI DDI) Kota Parepare adalah menyajikan proses perkuliahan yang mempermudah mahasiswa untuk menjalaninya. Biaya kuliah sangat terjangkau, bahkan dalam proses pelunasannya bisa diangsur sebanyak dua kali. Selain itu, mata kuliah kami diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam. Karena kita adalah perguruan tinggi agama Islam, selain memberikan ilmu pengetahuan umum, sudah include dengan ilmu pengetahuan agama. Jadi prinsip kami adalah: semakin berilmu, semakin dekat kepada Allah SWT."
Respon Positif Personel Satpol PP: Fasilitas Lengkap dan Kemudahan Kuliah
Antusiasme tinggi juga datang langsung dari para staf dan pejabat di lingkungan Satpol PP. Staf Pelaksana Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum), Jaya, mengungkapkan bahwa fleksibilitas dan keterjangkauan biaya menjadi daya tarik utama baginya untuk mendaftar sebagai mahasiswa baru.
Jaya (Staf Bidang Tibum Satpol PP): "Poin yang paling memotivasi saya adalah kemudahan dan fleksibilitasnya, serta biayanya yang murah. Kami sangat berterima kasih diberikan kesempatan untuk belajar lagi."
Dukungan senada ditambahkan oleh Kepala Seksi Kerjasama dan Hubungan Kelembagaan Satpol PP Kota Parepare, Suhri Syam. Beliau menyoroti kesiapan sarana prasarana serta model perkuliahan inovatif yang ditawarkan oleh STAI DDI Parepare.
Suhri Syam (Kasi Kerjasama Hubungan Kelembagaan Satpol PP): "Fasilitas kampus STAI DDI Parepare sudah sangat memadai, mulai dari perpustakaan hingga laboratorium. Menariknya, civitas akademika kampus dapat diajak bekerja sama di mana dosen bisa mengajar di luar kampus (lokasi yang disepakati) jika kuota mahasiswa terpenuhi sekitar 15–20 orang. Ini merupakan bentuk inovasi luar biasa yang belum ada di perguruan tinggi lain di Parepare. Kami berharap kampus ini tetap berjaya ke depan."
Penutup & Harapan Sinergi Kelembagaan
Melalui sosialisasi ini, diharapkan hubungan kelembagaan antara Satpol PP Kota Parepare dan STAI DDI Parepare terus terjalin erat. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas aparatur negara tidak hanya berpatokan pada pelatihan kedinasan, tetapi juga melalui penempaan intelektual dan moral di bangku perguruan tinggi Islam.


