PAREPARE, Mizannews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare kembali membuktikan komitmennya dalam meringankan beban ekonomi masyarakat dan mendukung sektor pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan seragam sekolah gratis untuk Tahun Ajaran 2026-2027 yang diserahkan secara simbolis di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Rabu (8/7/2026).
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, dalam sambutannya menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari janji politik yang ia usung bersama Wakil Wali Kota, Hermanto. Bantuan ini hadir sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan setiap anak di Kota Parepare mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Alhamdulillah, ini sudah tahun kedua kami merealisasikan bantuan seragam sekolah gratis. Ini adalah komitmen nyata agar program pro-rakyat ini terus berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Tasming.
Lebih dari sekadar pakaian, bantuan yang diberikan mencakup satu paket perlengkapan sekolah lengkap, mulai dari sepatu, tas, topi, dasi, hingga kaus kaki. Langkah ini dinilai sangat membantu orang tua siswa, dengan estimasi penghematan pengeluaran mencapai lebih dari Rp1 juta per anak di setiap tahun ajaran baru.
Dalam kesempatan tersebut, Tasming juga memaparkan perluasan cakupan penerima manfaat. Tahun ini, Pemkot Parepare mulai mendata peserta didik jenjang TK untuk menerima bantuan serupa. Selain itu, pelajar SMA yang ber-KTP Parepare juga akan mendapatkan bantuan, meskipun kewenangan pendidikan jenjang SMA berada di bawah naungan pemerintah provinsi.
Program ini, menurut Tasming, selaras dengan visi pemerintah pusat dalam mencetak Generasi Emas 2045 dan beririsan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ke depan, Pemkot Parepare berkomitmen untuk memperluas pemberian bantuan ini hingga ke sekolah-sekolah swasta. Namun, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kemampuan serta efisiensi anggaran daerah.
“Sekolah di bawah naungan Pemkot Parepare tentu menjadi prioritas utama. Untuk sekolah swasta, akan kami akomodasi secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran yang ada,” tutup Tasming. (FTL*)

