PAREPARE, Mizannews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare terus tancap gas memperkuat basis partisipasi masyarakat melalui sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan. Kali ini, fokus utama diarahkan pada pemilih muda yang secara statistik mendominasi peta demografi pemilih di Kota Cinta.
Berdasarkan hasil rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan Pertama tahun 2026, data menunjukkan angka yang fantastis: pemilih muda di Kota Parepare mencapai 63 persen, yang terdiri dari gabungan generasi Milenial dan Gen Z.
Menyikapi besarnya potensi tersebut, KPU Parepare menggelar sosialisasi khusus dengan menyasar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR). Kegiatan yang berlangsung dinamis ini digelar pada Kamis (16/04/2026) sebagai langkah konkret menjangkau pemilih muda di lingkungan akademis.
Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Parepare, Ahmad Perdana Putra. Dalam pemaparannya, Ahmad mengupas tuntas esensi demokrasi, tujuan pemilu, hingga asas-asas fundamental yang menjadi tiang penyangga pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia.
"Generasi muda bukan sekadar objek suara, melainkan subjek perubahan. Pemahaman mendalam terhadap proses demokrasi sangat krusial agar adik-adik mahasiswa dapat menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab," tegas Ahmad di hadapan ratusan mahasiswa.
Tak hanya soal teknis pencoblosan, materi sosialisasi kali ini juga menyentuh isu krusial mengenai inklusivitas dan aksesibilitas dalam pemilu. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan empati pemilih muda agar ikut memastikan kelompok rentan dapat menggunakan hak pilih mereka tanpa hambatan sedikit pun.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Hal ini ditandai dengan sesi diskusi yang berlangsung hangat, di mana para mahasiswa aktif melontarkan pertanyaan terkait tantangan integritas pemilu di masa depan.
Melalui roadshow kampus ini, KPU Kota Parepare berharap dapat memicu kesadaran politik yang lebih luas di kalangan intelektual muda. Dengan keterlibatan aktif mahasiswa, KPU optimis dapat mewujudkan pemilu yang berkualitas, berintegritas, dan inklusif di masa mendatang. (*)

