PAREPARE, Mizannews.id — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan bahwa posisi sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar sebuah prestise, melainkan amanah besar untuk menjadi duta karakter pemuda, simbol kebanggaan Kota Parepare, sekaligus disiapkan sebagai calon-calon pemimpin bangsa di masa depan.
Penegasan tersebut disampaikan Tasming Hamid saat membuka sekaligus membawakan materi khusus bertajuk "Memahami Etika dan Moral" pada kegiatan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Paskibraka Tingkat Kota Parepare Tahun 2026. Acara pembekalan penting ini berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Senin (27/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota didampingi langsung oleh Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto Pasennangi, serta Sekretaris Daerah, Amarun Agung Hamka.
Di hadapan puluhan calon Paskibraka, Tasming menekankan bahwa ukuran keberhasilan seorang anggota Paskibraka tidak hanya dinilai dari kesempurnaan teknis saat mengibarkan Sang Merah Putih di lapangan, melainkan juga dari kualitas akhlak, etika, dan moral yang senantiasa tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
"Etika mengajarkan kita bagaimana bersikap santun, menghormati orang lain, menaati aturan, dan menjaga disiplin. Sementara moral adalah kompas batin yang membimbing kita untuk tetap memilih jalan yang benar, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Integritas sejati lahir ketika ucapan sejalan dengan tindakan, dan kejujuran tetap dijaga dalam setiap keadaan," ujar Tasming Hamid.
Tiga Nilai Utama Pegangan Calon Paskibraka
Sebagai bekal berharga selama mengikuti masa pendidikan dan pelatihan hingga terjun kembali ke tengah masyarakat, Wali Kota menanamkan tiga pilar nilai utama yang wajib dipegang teguh oleh seluruh peserta:
Integritas: Memegang teguh kejujuran serta harga diri, serta tidak pernah menggadaikan prinsip demi kepentingan sesaat.
Kedisiplinan: Menghargai waktu, mematuhi segala aturan, dan melaksanakan setiap rangkaian latihan dengan sungguh-sungguh karena disiplin merupakan fondasi utama kesuksesan.
Jiwa Korsa (Corps de Corps): Membangun rasa persaudaraan yang erat, saling menguatkan, saling menghormati, serta senantiasa mengutamakan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.
"Pertama, Integritas. Pegang teguh kejujuran dan harga diri. Jangan pernah menggadaikan prinsip demi kepentingan sesaat. Kedua, Kedisiplinan. Hargai waktu, patuhi aturan, dan laksanakan setiap latihan dengan sungguh-sungguh. Disiplin adalah fondasi dari setiap keberhasilan. Dan ketiga, Jiwa Korsa. Bangun rasa persaudaraan, saling menguatkan, saling menghormati, dan selalu mendahulukan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi," tegasnya di hadapan peserta.
Selain itu, Tasming juga mengingatkan bahwa tanggung jawab moral sebagai seorang Paskibraka tidak akan luntur atau berakhir begitu seragam dikembalikan. Para peserta diingatkan untuk senantiasa menjaga marwah dan nama baik daerah di mana pun mereka berada, baik di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat luas, maupun di ruang digital.
Ia secara khusus berpesan agar para generasi muda ini mampu memanfaatkan platform media sosial secara bijak, menghindari konten negatif, aktif menyebarkan inspirasi positif, serta menjadi teladan digital bagi rekan-rekan sebaya.
Menutup arahannya, Wali Kota berharap seluruh peserta dapat menyerap seluruh materi pembinaan dengan baik dan mampu mengimplementasikan esensi Tri Bakti Paskibraka dalam kehidupan nyata setelah dikukuhkan nanti.
"Saya berharap, setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan ini, kalian mampu mengamalkan Tri Bakti Paskibraka," pungkasnya. (^)

