KENDARI, Mizannews.id – Keberhasilan Pemerintah Kota Parepare dalam mengelola persampahan berbasis partisipasi masyarakat mendapat sorotan luas dalam Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI Tahun 2026 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Wakil Wali Kota Parepare, H. Hermanto, yang mewakili Wali Kota Tasming Hamid, tampil sebagai narasumber dalam sesi Success Story. Dalam forum strategis yang mempertemukan kepala daerah se-Indonesia Timur (2–4 Juni 2026) tersebut, Hermanto memaparkan bagaimana Pemkot Parepare mampu mengubah tantangan sampah menjadi isu yang terkelola dengan melibatkan peran aktif warga.
Membangun Budaya Bersih dari Masyarakat
Menurut Hermanto, kunci keberhasilan pengelolaan sampah di Parepare terletak pada pendekatan humanis yang memposisikan masyarakat bukan sekadar objek, melainkan aktor utama. "Upaya kami adalah mendorong partisipasi aktif masyarakat secara kolektif. Ketika kesadaran warga tumbuh, pengelolaan sampah bukan lagi beban pemerintah, melainkan budaya lingkungan yang terjaga," ungkap Hermanto.
Praktik baik yang dipaparkan Hermanto ini mendapat respons positif dari para peserta Raker. Pendekatan ini dinilai sangat efektif untuk mengatasi permasalahan sampah perkotaan yang semakin kompleks.
Menuju Rakernas APEKSI di Medan
Dampak dari pemaparan tersebut sangat signifikan. Raker APEKSI Komwil VI akhirnya menyepakati gerakan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat sebagai solusi utama bagi 17 kota di kawasan Indonesia Timur.
Tidak berhenti di situ, kesepakatan ini bahkan menetapkan model pengelolaan sampah partisipatif tersebut sebagai success story unggulan yang akan dipresentasikan secara khusus pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI mendatang di Medan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi Pemkot Parepare di bawah kepemimpinan Wali Kota Tasming Hamid dan Wakil Wali Kota Hermanto diakui di level nasional.
Sinergi untuk Kota Berkelanjutan
Hermanto menegaskan bahwa keikutsertaan Parepare dalam forum APEKSI bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi antarkota.
"Melalui APEKSI, kami berharap lahir rekomendasi dan program kolaboratif yang lebih luas. Kita ingin kota-kota di Indonesia, khususnya Parepare, terus berkembang menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," tutupnya.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pelecut bagi seluruh elemen di Kota Parepare untuk terus mempertahankan komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menghadirkan inovasi-inovasi berkelanjutan bagi kemajuan kota.


