mizannews.id_PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan apresiasi kepada para mubaligh, pegawai syara, dan guru mengaji yang dinilainya sebagai garda terdepan dalam membangun peradaban serta membina umat di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Tasming Hamid saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama dengan para mubaligh, pegawai syara, dan guru mengaji di Kota Parepare sabtu 7/3/2026 di Rujab Wali Kota Jl. Lasiming Kota Parepare.
Dalam sambutannya, Tasming menegaskan bahwa para mubaligh, pegawai syara, dan guru mengaji memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, membentuk karakter masyarakat, serta membimbing generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.
“Para mubaligh, pegawai syara, dan guru mengaji adalah garda terdepan dalam membangun peradaban dan pembinaan umat. Peran mereka sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama di tengah masyarakat,” ujar Tasming.
Pada kesempatan tersebut, Tasming juga mengajak seluruh tokoh agama untuk terus mendoakan Kota Parepare agar senantiasa diberi keberkahan, kemajuan, dan kesejahteraan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena hingga saat ini belum sepenuhnya dapat merealisasikan seluruh janji politiknya. Hal tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan oleh pemerintah pusat sehingga sejumlah program pembangunan harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
“Kami memohon doa dari para ulama dan masyarakat agar Parepare selalu diberi keberkahan. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila belum maksimal dalam memenuhi janji politik, karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang harus kita ikuti,” ungkapnya.
Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Parepare Amarun Agung Hamka, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare dr. Andi Arfiah Tasming, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, lurah, tokoh akademisi, serta tokoh agama.
Menjelang waktu berbuka puasa, acara diisi dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz Maskun Hab, S.Pd.I, seorang dai yang dikenal kritis dan fenomenal dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan.
Dalam tausiahnya, Ustaz Maskun menekankan bahwa kepemimpinan yang baik harus berlandaskan nilai-nilai agama, terlebih di bulan suci Ramadan yang sarat dengan pelajaran moral dan spiritual.
Menurutnya, Ramadan mengajarkan banyak nilai kehidupan, terutama nilai kejujuran, keikhlasan, dan tanggung jawab, yang seharusnya menjadi landasan bagi setiap pemimpin maupun masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
“Ramadan mengajarkan kita tentang kejujuran. Puasa itu melatih kejujuran, karena hanya kita dan Allah yang tahu apakah kita benar-benar berpuasa atau tidak,” ujar Ustadz Maskun dalam tausiahnya.
Suasana silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat dalam membangun Parepare yang religius dan harmonis.


