mizannews.id_PAREPARE – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) SDN 22 Parepare menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program Pemerintah Kota Parepare. Di bawah kepemimpinan Hj. Jamilah, S.Pd., sekolah ini secara progresif menindaklanjuti imbauan pemerintah terkait Gerakan Lingkungan Asri yang disinergikan dengan penguatan karakter religius selama bulan suci Ramadhan 1447 H.
Kepala UPTD SDN 22 Parepare, Hj. Jamilah, S.Pd.M.Pd, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk mengimplementasikan arahan tersebut melalui serangkaian kegiatan nyata yang melibatkan seluruh ekosistem sekolah.
"Kami berupaya segera menindaklanjuti imbauan pemerintah kota tentang Gerakan Lingkungan Asri dan penguatan kegiatan keagamaan. Momen Ramadhan ini kami manfaatkan untuk membentuk karakter siswa melalui berbagai kegiatan positif," ujar Hj. Jamilah dalam keterangannya.
Adapun tujuh program unggulan yang dilaksanakan di UPTD SDN 22 Parepare selama bulan suci ini meliputi:
Budaya Tadarrus Pagi: Sebelum proses belajar mengajar dimulai, seluruh siswa diwajibkan mengikuti tadarrus Al-Qur'an selama kurang lebih 5 menit untuk menciptakan suasana kelas yang sejuk dan religius.
Ibadah Berjamaah: Pihak sekolah memfasilitasi pelaksanaan shalat Dhuha dan shalat Dzuhur secara berjamaah guna membiasakan siswa disiplin dalam beribadah.
Penguatan Spiritual (Tauziah): Setiap hari Jumat, sekolah menggelar kegiatan Tauziah atau Ta'lim sebagai wadah peningkatan wawasan keislaman bagi peserta didik.
Kepedulian Sosial Intern: Penanaman nilai empati dilakukan dengan mengumpulkan sumbangan sukarela dari murid, yang kemudian disalurkan kembali kepada kawan-kawan mereka yang kurang mampu di lingkungan sekolah tersebut.
Berbagi Takjil: Aksi sosial turun ke jalan atau berbagi di lingkungan sekitar untuk menebar kebahagiaan berbuka puasa.
Buka Puasa Bersama: Menguatkan tali silaturahmi antara guru, staf, dan siswa melalui momentum iftar jamai.
Gerakan Jumat Bersih: Sebagai wujud nyata dukungan terhadap Gerakan Lingkungan Asri, sekolah mengadakan aksi bersih-bersih lingkungan secara masif sebelum memasuki masa libur Idul Fitri.
Hj. Jamilah berharap, rangkaian kegiatan ini tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban atas imbauan pemerintah, namun benar-benar menjadi fondasi bagi siswa dalam mencintai kebersihan lingkungan dan mempertebal iman.
"Melalui Jumat Bersih, kami ingin lingkungan sekolah tetap asri meski saat libur nanti. Dan melalui kegiatan keagamaan, kami ingin melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap rendah hati secara spiritual," pungkasnya.


