Pasang Iklan
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Negara Tetapkan Berkabung Nasional


mizannews.id_Teheran — Pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi bahwa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, telah meninggal dunia. Negara menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan terhadap figur yang memimpin negara selama lebih dari tiga dekade, setelah kematiannya yang diumumkan pada Ahad (1/3/2026) pagi waktu setempat.

Kabar duka ini disampaikan melalui siaran televisi pemerintah Iran, yang menyatakan bahwa Khamenei “telah mencapai syahid” setelah serangan udara gabungan oleh militer Amerika Serikat dan Israel menghantam kompleks kediamannya di ibu kota Teheran pada akhir pekan lalu.

Siapa Ali Khamenei? Profil Singkat Pemimpin Tertinggi Iran

Ali Hosseini Khamenei lahir pada 19 April 1939 di kota suci Mashhad, Iran. Ia menjadi figur sentral dalam politik Iran sejak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki Shah. Setelah revolusi, Khamenei menjabat sebagai Presiden Iran selama dua periode, dari 1981 hingga 1989.

Pada 1989, setelah wafatnya pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, Khamenei dipilih menjadi Pemimpin Tertinggi — jabatan tertinggi di Iran yang memberinya kontrol atas militer, kebijakan luar negeri, lembaga intelijen, serta keputusan strategis negara. Dalam sistem pemerintahan teokratis Iran, posisi ini memiliki otoritas lebih kuat dibandingkan presiden atau parlemen.

Selama masa jabatannya lebih dari 36 tahun, Khamenei dikenal karena sikapnya yang keras terhadap negara-negara Barat, terutama AS dan Israel, serta dukungan kuatnya terhadap kebijakan regional yang proksi di negara-negara seperti Irak, Lebanon, Syria, dan Yaman. Ia juga menjadi tokoh sentral dalam kebijakan nuklir Iran yang memicu ketegangan berkepanjangan dengan komunitas internasional.

Reaksi dan Dampak Kematian

Kematian Khamenei menandai perubahan besar dalam politik dan keamanan Iran. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa kematiannya memicu ketidakpastian seputar suksesi kepemimpinan, karena posisi Pemimpin Tertinggi diwariskan melalui pemilihan oleh Majelis Ahli, bukan oleh proses pemilu umum.

Pemerintah Iran juga menyatakan libur nasional selama satu pekan untuk menghormati masa berkabung dan menghentikan aktivitas perkantoran serta layanan publik di seluruh negeri.

Sementara itu, reaksi internasional terhadap berita kematian Khamenei beragam, dengan beberapa pemimpin dunia menyampaikan komentar resmi mengenai dampak geopolitik ke depan.

Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan regional yang sudah memuncak akibat operasi militer besar yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap target-target strategis di Iran, termasuk fasilitas militer dan pemerintah. 

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Negara Tetapkan Berkabung Nasional
  • Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Negara Tetapkan Berkabung Nasional
  • Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Negara Tetapkan Berkabung Nasional
  • Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Negara Tetapkan Berkabung Nasional
  • Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Negara Tetapkan Berkabung Nasional
  • Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Negara Tetapkan Berkabung Nasional
Posting Komentar
Ad
Ad