mizannews.id_PAREPARE — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memaparkan capaian sekaligus strategi pelaksanaan 18 program unggulan Pemerintah Kota Parepare dalam kegiatan Diskusi Ramadan yang digelar Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kota Parepare, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Masjid Jami Andalusia (Lt.2), Jalan Atletik Selatan, Kota Parepare tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan serta dialog konstruktif antara pemerintah daerah dan para alumni HMI.
Dalam forum tersebut, Tasming menegaskan bahwa komitmen menjalankan program prioritas tetap menjadi fokus utama, meski pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan efisiensi anggaran.
Menurutnya, kondisi fiskal daerah memang menuntut kebijakan yang cermat dan terukur. Terlebih lagi, pemerintah daerah juga harus menanggung beban penggajian sekitar 1.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang berdampak signifikan terhadap struktur belanja daerah.
Ketua Umum MD KAHMI Parepare, M. Rahmat Sjamsu Alam, turut membenarkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini berada dalam fase penyesuaian. Ia menilai tantangan penganggaran bukan hanya dialami Parepare, tetapi juga banyak daerah lain, terutama dengan adanya kewajiban pembiayaan PPPK dalam jumlah besar.
Meski demikian, Tasming menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti menghentikan program, melainkan memastikan setiap kebijakan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita tetap optimistis. Dengan pengelolaan anggaran yang bijak dan dukungan semua pihak, 18 program unggulan tetap berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, H.A. Abd. Rahman Saleh selaku pengurus MD KAHMI Parepare sekaligus tuan rumah kegiatan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota sebagai narasumber utama dalam Diskusi Ramadan tersebut. Ia menilai keterbukaan kepala daerah dalam memaparkan kondisi riil dan capaian pembangunan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
“Kami mengapresiasi kehadiran Bapak Wali Kota yang telah memaparkan capaian dan tantangan yang dihadapi. Harapan kami, kegiatan diskusi seperti ini terus digalakkan demi kemajuan Kota Parepare,” ungkapnya.
Diskusi Ramadan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh KAHMI dan elemen masyarakat, di antaranya Nur Azis, Dr. Salim Sultan, Bachtiar Abu Bakar, Gusti Firmansyah, Ilham Sayadi, Muhammad Ali, Muh. Akil Rifai, M. Yusuf MR, Fadli Agus Mante, Gustam, Adi Mulyadi, Naya Sri Wahyuni, Dina Maliah, Erwin Wijaya, Muh. sahran, Bang One, serta tokoh-tokoh lainnya dari berbagai unsur.
Forum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog strategis antara pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat, memperkuat sinergi pembangunan di tengah dinamika ekonomi dan tantangan efisiensi anggaran. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama sebagai momentum mempererat ukhuwah di bulan suci Ramadan. (*)


