Pasang Iklan
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Potret Kebersamaan Warga Watang Bacukiki

mizannews.id_ Pagi di Watang Bacukiki tidak pernah benar-benar sepi.

Di hari Jumat itu, sebelum matahari sepenuhnya naik, satu per satu warga keluar dari rumah masing-masing. Ada yang membawa sapu lidi, ada yang menggenggam cangkul, sementara yang lain cukup datang dengan niat untuk ikut membantu. Tanpa aba-aba panjang, kerja bakti pun dimulai—tenang, akrab, dan penuh rasa kebersamaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jumat Bersih yang terus digalakkan Pemerintah Kota Parepare. Namun di Watang Bacukiki, Jumat Bersih bukan sekadar agenda rutin. Ia telah menjadi ruang perjumpaan, tempat warga saling menyapa, bercanda, sekaligus bekerja bersama menjaga lingkungan mereka.

Fokus kerja bakti pagi itu berada di jalanan alternatif warga, jalur yang kerap digunakan ketika jalan utama tidak bisa dilalui akibat banjir. Jalanan ini memiliki peran penting dalam aktivitas harian masyarakat, sehingga kebersihannya menjadi perhatian bersama. Warga membersihkan saluran air, memotong rumput liar, dan mengangkat tumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air.

Interaksi antarwarga terasa cair. Ada yang bekerja sambil bercanda, ada pula yang sigap membantu tanpa diminta. Ibu-ibu ikut menyemangati dari pinggir jalan, sementara anak-anak menyaksikan langsung bagaimana orang dewasa di kampung mereka saling bergotong royong.

Salah seorang warga, Antoz juga Ketua RT 1, mengatakan kerja bakti seperti ini membuat hubungan antarwarga semakin erat.

“Kalau kerja bersama begini, capeknya tidak terlalu terasaji pak. Apalagi ini jalanan penting sekali buat kami para petani mengangkut berbagai keperluan bertani  melalui jalan ini, apalagi kalau jalan utama banjir, inimi jalanan alternatifta ,” ujarnya sambil tersenyum.

Lurah Watang Bacukiki, Mursal, turut hadir memberikan arahan singkat kepada warga. Ia menekankan bahwa Jumat Bersih bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi juga menjaga kebersamaan dan kepedulian sosial. Menurutnya, kekuatan kampung terletak pada kesadaran warganya untuk bergerak bersama, tanpa harus selalu diperintah.

Arahan tersebut disambut dengan semangat. Warga kembali melanjutkan pekerjaan hingga hasilnya benar-benar terlihat. Jalanan alternatif warga tampak lebih bersih dan rapi, saluran air kembali lancar, dan suasana kampung terasa lebih hidup.

Ketika kerja bakti usai, yang tertinggal bukan hanya lingkungan yang bersih, tetapi juga rasa memiliki yang semakin kuat. Di Watang Bacukiki, kebersamaan bukan sekadar slogan—ia hadir dalam kerja nyata, di jalanan kampung yang dirawat bersama, dan dalam kesadaran bahwa kampung akan selalu kuat jika warganya saling menjaga.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Potret Kebersamaan Warga Watang Bacukiki
  • Potret Kebersamaan Warga Watang Bacukiki
  • Potret Kebersamaan Warga Watang Bacukiki
  • Potret Kebersamaan Warga Watang Bacukiki
  • Potret Kebersamaan Warga Watang Bacukiki
  • Potret Kebersamaan Warga Watang Bacukiki
Posting Komentar
Ad
Ad