Rakornas yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026 ini merupakan forum evaluasi nasional terhadap kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berbasis partisipasi masyarakat.
Dalam evaluasi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan bahwa hingga penilaian akhir 2025 belum ada daerah yang meraih kategori Adipura Kencana maupun Adipura, menyusul diterapkannya skema penilaian baru yang lebih komprehensif dan menekankan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Meski demikian, sebanyak 35 daerah di Indonesia dinilai layak menerima Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih, termasuk Kota Parepare yang berhasil menembus enam besar nasional.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Parepare meraih skor total 72,79, dengan rincian: aspek anggaran dan kebijakan (17,00), sumber daya manusia dan fasilitas pengelolaan sampah (19,44), serta capaian kinerja pengelolaan sampah dan kebersihan (36,35). Capaian ini menjadi dasar pemberian Sertifikat Menuju Kota Bersih Tahun 2025.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, membenarkan capaian tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh elemen yang terlibat.
“Alhamdulillah, Parepare berada di posisi tertinggi se-Sulsel dalam penilaian pengelolaan sampah 2025 dan masuk enam besar nasional. Ini capaian yang patut kita syukuri bersama,” ujar Tasming Hamid.
Ia menjelaskan, perubahan skema penilaian nasional menjadi tantangan sekaligus peluang bagi daerah. Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup kini menitikberatkan penilaian pada sistem pengelolaan sampah terpadu yang berorientasi jangka panjang, bukan semata pada simbol penghargaan.
“Model evaluasi sekarang lebih menekankan pada substansi—bagaimana pengelolaan sampah dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Sertifikat dan kategori penghargaan menjadi indikator kemajuan, bukan tujuan akhir,” jelas TSM, akronim nama yang sekaligus merepresentasikan visi Parepare Terbaik, Sejahtera, dan Maju.
Keberhasilan ini, lanjut dia, tidak terlepas dari langkah nyata Pemerintah Kota Parepare melalui penguatan regulasi, konsistensi alokasi anggaran, peningkatan fasilitas dan SDM persampahan, serta program pengurangan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Prestasi tersebut menjadi bukti konkret keseriusan Parepare dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Lebih dari itu, capaian ini menjadi modal strategis untuk terus mendorong partisipasi publik dan memperkuat sistem pengelolaan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di masa depan. (*)