Pasang Iklan
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Di Antara Padi yang Mulai Berbuah, Warga Abbanuangnge Menyapa Jumat dengan Gotong Royong

mizannews.id_Parepare — Pagi itu, hamparan sawah Abbanuangnge tampak lebih sibuk dari biasanya. Di sela padi yang mulai berbuah, suara canda dan gesekan sabit menyatu dengan langkah warga yang berdatangan. Jumat, 30 Januari 2026, gotong royong kembali menemukan maknanya di kampung ini.

Program Jumat Bersih yang digalakkan Pemerintah Kota Parepare menjadi alasan, namun kebersamaanlah yang menjadi ruh utama. Warga Abbanuangnge berkumpul, membersihkan sisi badan jalan yang mulai ditumbuhi rerumputan liar, seolah tak ingin keindahan alam yang membentang di kiri dan kanan jalan itu tercemar oleh kesan kumuh.

Tak hanya warga, sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tengah mengabdi di Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, ikut turun tangan. Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri, menambah semangat sekaligus menjembatani keakraban antara generasi muda dan masyarakat setempat.

Di tengah kegiatan, Lurah Watang Bacukiki, Mursal, tampak tak sekadar berdiri memberi arahan. Ia berbaur bersama warga, membersihkan rerumputan di sisi jalan, menyatu tanpa sekat jabatan. Kerja bakti ini dipimpin oleh para RT dan RW yang baru terpilih, Antoz (RT 01), Basir (RT 02), serta Darmiati (RW 03), yang sigap mengoordinasikan warga di wilayah masing-masing.

Bagi Darmiati, kegiatan bersih-bersih ini bukan sekadar rutinitas. Rerumputan yang kian meninggi dinilai mulai mengganggu keindahan kawasan, terlebih saat padi di hamparan sawah mulai menguning dan siap dipanen. “Kalau dibiarkan, pemandangannya jadi kurang elok,” tuturnya singkat, sembari terus bekerja.

Meski sebagian warga harus berbagi waktu dengan aktivitas menjaga padi yang mulai berbuah, kekompakan tetap terjaga. Mereka yang tak sempat mengangkat sabit dan cangkul memilih peran lain—menyiapkan kue dan bubur kacang hijau. Hidangan sederhana itu kemudian disantap bersama, menjadi penutup hangat dari kerja bakti pagi itu.

Usai membersihkan pintu masuk Abbanuangnge, kegiatan berlanjut. Lurah Mursal bersama warga dan mahasiswa KKN menuju kawasan “Rumah Kembar” di Jalan Jenderal M Yusuf, tepat di perbatasan Kecamatan Bacukiki dan Bacukiki Barat. Daun-daun kering yang berserakan dibersihkan satu per satu. Lokasi ini kerap menjadi tempat singgah warga dan pelintas dari luar Kota Parepare untuk beristirahat sejenak.

“Tempat ini sering dilewati banyak orang. Kalau bersih, tentu lebih nyaman,” ujar Mursal.

Di Abbanuangnge, Jumat itu bukan hanya soal membersihkan jalan dan dedaunan. Ia menjadi pengingat bahwa gotong royong masih hidup—di tengah sawah yang mulai berbuah, di antara warga yang saling menyapa, dan di lingkungan yang dijaga bersama.  

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Di Antara Padi yang Mulai Berbuah, Warga Abbanuangnge Menyapa Jumat dengan Gotong Royong
  • Di Antara Padi yang Mulai Berbuah, Warga Abbanuangnge Menyapa Jumat dengan Gotong Royong
  • Di Antara Padi yang Mulai Berbuah, Warga Abbanuangnge Menyapa Jumat dengan Gotong Royong
  • Di Antara Padi yang Mulai Berbuah, Warga Abbanuangnge Menyapa Jumat dengan Gotong Royong
  • Di Antara Padi yang Mulai Berbuah, Warga Abbanuangnge Menyapa Jumat dengan Gotong Royong
  • Di Antara Padi yang Mulai Berbuah, Warga Abbanuangnge Menyapa Jumat dengan Gotong Royong
Posting Komentar
Ad
Ad