mizannews.id_Parepare Kamis, 18 Desember 2025, suasana kebersamaan tampak di Kelurahan Cappa Galung. Warga bergotong royong membersihkan satu titik lokasi di Jalan Pinisi yang akan digunakan sebagai tempat Pemeriksaan Kesehatan Gratis oleh Call Centre 118.
Kerja bakti ini dilakukan sebagai bentuk persiapan jelang kegiatan pemeriksaan gratis yang rutin digelar setiap hari Jumat, dan kali ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Desember 2025 di wilayah tersebut. Namun, lebih dari sekadar persiapan teknis, kegiatan ini menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan warga dalam mendukung layanan sosial di lingkungan mereka.
Lurah Cappa Galung, Hidayatullah, yang menginisiasi sekaligus turun langsung bersama warga, menegaskan bahwa lokasi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan pemeriksaan kesehatan esok hari. Ke depan, tempat itu akan dijadikan pusat kegiatan sosial masyarakat Cappa Galung. Kerja bakti ini secara khusus melibatkan warga penerima PKH, BPNT, CP, serta penerima Bansos Pinisi 1, 2, dan 3.
Di tengah aktivitas warga, sosok Hidayatullah hadir bukan sekadar sebagai pemimpin administratif, tetapi sebagai bagian dari perjalanan panjang pengabdian. Ia dikenal luas oleh masyarakat dengan julukan “Anak Tukang Becak, Jadi Lurah”—sebuah sebutan yang mencerminkan perjalanan hidup penuh ketekunan dan kerja keras.
Sebelum menjabat sebagai lurah, Hidayatullah telah dipercaya masyarakat Cappa Galung mengemban amanah sebagai Ketua RW selama sembilan tahun. Kiprahnya di lingkup pemerintahan dimulai sejak 1999 sebagai Imam Masjid RSUD Andi Makkasau Parepare, kemudian pada 2012 diangkat sebagai tenaga kontrak berdasarkan SK Wali Kota Parepare. Pada 2023, ia dimutasi ke Kantor Kelurahan Bumi Harapan, sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kelurahan Cappa Galung.
Pada Senin, 8 Desember 2025, Hidayatullah resmi dilantik sebagai Lurah Cappa Galung oleh Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare.
“Ini adalah amanah yang harus saya jalankan,” ujar Hidayatullah dengan nada penuh keteguhan. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi, melainkan tanggung jawab besar kepada masyarakat. “Saya lahir dan tumbuh dari lingkungan sederhana, dan hari ini Allah menitipkan kepercayaan yang besar. Insya Allah, pengabdian saya sepenuhnya untuk masyarakat Cappa Galung—melayani dengan hati, bekerja dengan kejujuran, dan memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh warga,” tuturnya.


